Jelajah Wisata Bantul Yogyakarta bersama Influencer dan Travel Blogger Indonesia

Jelajah Wisata Bantul Yogyakarta bersama Influencer dan Travel Blogger Indonesia

Hi sobat Journey and Leisure! Tidak terasa tahun 2020 sudah akan berakhir, waktu berlalu begitu cepat. Banyak harapan yang belum tercapai tapi, banyak keinginan yang belum terpenuhi, banyak bucketlist yang belum kecentang. Tapi semua harus dilalui dengan legowo.

Dimasa pandemi ini memilih tempat wisata harus benar-benar yang sudah menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan benar. Memang menjadi semakin ribet namun semuanya demi keamanan dan kenyamanan bersama.

Aku berkesempatan hadir dalam program yang diadakan oleh Dinas Pariwisata Bantul. Jelajah Wisata Bantul dalam sehari. Sangat melelahkan namun banyak pengalaman dan pengetahuan serta teman baru yang didapatkan. Langsung saja aku cerita keseruan selama perjalanan ya.

Desa Wisata Krebet

Perjalanan aku dimulai dari Dinas Pariwisata DIY. Disini aku bertemu lagi dengan Andrew dan Mbak Terry sobat yang sudah beberapa bulan ini tidak bertemu karena jarak. Dan juga teman-teman Travel Blogger dan Influencer lainnya. Bersama-sama kita naik Haice menuju ke Sanggar Peni Desa Wisata Krebet. Setelah sampai kita registrasi dan dibagi kaos serta goodiebag. Setelah ganti baju aku duduk paling depan siap untuk mengikuti opening ceremony. Ternyata di meja kami sudah tersedia makanan tradisional khas Desa Krebet yaitu tempe benguk bacem, kacang rebus, dan ketela rebus. Minumannya yang khas yaitu legen. Sambil menikmati snack yang ada opening ceremony dimulai. Opening ceremony dihadiri juga oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul Bapak Kwintarto Heru Prabowo, S.Sos.

Sudah sering aku explore ke Jogja tapi tempat wisata ini belum pernah aku kunjungi. Desa Wisata Krebet merupakan desa sentra industri Batik Kayu. Yang pada mulanya di tahun 80’an desa ini terkenal dengan kerajinan kayu. Semakin berkembangnya jaman, masyarakat desa ini membuat keunikan sendiri. Hal ini bertujuan untuk menarik pengunjung supaya datang ke Desa Krebet yaitu dengan membuat Batik Kayu. Batik Kayu adalah membatik di media kayu. Biasanya yang aku tahu kalau batik ya di media kain, ternyata bisa juga diatas kayu. Kita diberi kesempatan untuk melihat proses pembuatan batik kayu ini. Proses yang dilakukan lumayan panjang mulai dari pemotongan kayu sampai siap untuk dibatik. Hasil kerajinan batik ini sudah laku banyak sampai exspor ke Luar Negeri. Ada juga showroom hasil karya batik kayu yang sudah jadi.

Selain Desa Wisata disini juga terdapat wisata alam yang juga perlu dikunjungi seperti Jurang Pulosari dan Sendang Tirto. Ada juga Wisata Budaya dan di Krebet ini ada 11 kesenian yaitu Merti Desa, Jathilan (2), Karawitan (2), Gendring, Solawat, Macapat, Tari-tarian, Ketoprak dan Pembuatan janur. Sangat menarik sekali teman-teman. Buat kalian yang ingin tahu lebih lengkap tentang Desa Krebet bisa kunjungi website www.krebet.com. 

Desa Wisata Kampung Santan

Destinasi selanjutnya yaitu Desa Wisata Kampung Santan. Tepatnya berada di Desa Guwosari, kecamatan Pajangan, kabupaten Bantul, Yogyakarta. Tetap mengikuti protokol kesehatan, sebelum masuk kita semua wajib cuci tangan terlebih dahulu. Kita disini dijelasin tentang sejarah Ingkung. Ternyata kata Ingkung itu dari kata Sebingkang Jinangkung. Yang pada jaman dahulu makna ingkung ialah sebagai sajian dalam acara adat atau upacara keagamaan. Sebelum dimakan pastinya difoto terlebih dahulu ingkungnya. Ternyata Ingkung Pandansari ini berbeda dengan ingkung biasanya, dalam memasak ini menggunakan santan. Jadi rasa ingkung ini menjadi gurih dan nikmat.

Cuaca sangat panas dan kami tetap melanjutkan langkah untuk ke lokasi pembuatan kerajinan dari batok kelapa. Barang yang dibuat seperti mangkok, cangkir, sendok, sumpit, pot dan masih banyak lainnya. Desa ini sejak tahun 2008 memproduksi kerajinan yang berbahan dasar batok kelapa. Sudah banyak karya dan juga bisa custom jika ingin pesan.

Pantai Baru

Sekitar pukul setengah 12 kami sampai di Pantai Baru. Di wisata ini sudah menerapkan protokol kesehatan. Sebelum masuk wajib cuci tangan terlebih dahulu. Secara bergantian kami cuci tangan kemudian lanjut ambil makan yang disajikan dalam besek. Aku satu meja dengan Andrew, Mbak Terry dan Mas Bagus siap untuk menikmati hidangan makan siang.  Setelah makan kami dijelasin tentang asal mula Pantai Baru.

Pada tahun 2010 Pantai ini dibuka, namun sampai tahun 2011 masih sepi tidak ada pengunjung. Tidak disangka pada tahun 2012 ada peristiwa terdamparnya hiu tutul di pantai ini. Seketika pantai ini menjadi ramai akan pengunjung. Pada akhirnya icon dari Pantai ini ialah hiu tutul. Dan oleh masyarakat pantai ini diberi nama Pantai Baru. Hal menarik yang bisa dilakukan di pantai ini ialah kulineran ala Jimbaran Bali, makan ditepi pantai sambal melihat sunset. Ada juga wisata edukasi PLTH (Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid). Listrik ini digunakan untuk penerangan di warung – warung di sekitar pantai. Setelah itu bersama-sama kami naik ATV mengelilingi sekitar pantai.

Pantai Goa Cemara

Sekarang kita sampai di Pantai Goa Cemara yang terletak di Patihan, Gadingsari, Sanden, Bantul, Yogyakarta. Kenapa diberi nama Pantai Goa Cemara? Karena pohon cemara yang membentuk lorong secara alami yang hampir menyerupai goa. Sesampai disana kami sudah disambut dan dimeja sudah disiapkan snack makanan tradisional khas Daereh Pantai Goa Cemara dan es kepala muda. Cuaca semakin mendung dan kami tetap melanjutkan langkah. Pantai ini secara periodik juga menjadi tempat bertelurnya penyu. Hal ini mejadi daya tarik wisata kawasan Pantai Goa Cemara.

Banyak sekali hal-hal yang bisa dilakukan di Pantai Goa Cemara ini. Seperti foto-foto dengan spot yang instagramable, camping di pantai, Gathering bareng keluarga maupun komunitas, Konservasi Cemara, Konservasi Penyu dan Outbond. Kami bersama-sama menuju ke pantai untuk melepaskan tukik ke laut lepas. Unik nya lagi pantai ini mempunyai pasar tradisional

Pinus Pengger

Memakan waktu yang lumayan Panjang dari Pantai Goa Cemara menuju ke Pinus Pengger. Sesampai di Pinus Pengger kami disambut dengan hujan. Kami langsung menuju ke pendopo untuk berteduh dan juga kami sudah disiapkan makan. Hawa semakin dingin, berkabut dan rintik hujan turun. Kami juga diberi edukasi tentang Wisata Pinus Pengger. Ternyata dari semua spot yang digunakan untuk foto mengandung filosofi masing -masing. Hal ini menjadi salah satu unggulan di wisata ini. Aku dan team lanjut untuk keliling dengan memakai jas hujan karena kondisi memang masih gerimis. Ya, demi sebuah konten hujan kabut kami lalui.

Puncak Sosok

Perjalanan kami ditutup di Puncak Sosok. Dingin nya sampai menusuk tulang, namun kami semua dihangatkan dengan hidangan yang disuguhkan. Wedang dan snack yang disajikan dalam besek. Dipuncak Sosok ini kami diedukasi tentang awal mula pembangunan Puncak Sosok ini. Puncak Sosok terletak di Jambon, Bawuran, Pleret, Bantul Yogyakarta.

Banyak hal yang bisa dilakukan di Puncak Sosok, seperti foto-foto dengan spot instagramable, menikmati aneka mananan dan minuman di warung, Menikmati live music, bagi yang suka berburu foto malam disini tempatnya. Setelah itu kami lanjut foto bersama di panggung yang biasanya digunakan untuk life music. Tak lama kemudian kami semua kembali pulang ke titik kumpul masing -masing ada yang di Dinasa Priwisata DIY dan juga Dina Pariwisata Bantul.

Bagaimana seru kan perjalanan kami? Giliran kalian ya yang perlu berkunjung ke wisata-wisata yang aku ceritakan tadi. Yang penting tetap ikuti protokol kesehatan yang ada dan sehat selalu.

 

 

RedDoorz Near Jogja City Mall 4, Penginapan Dengan Konsep Minimalis.

RedDoorz Near Jogja City Mall 4, Penginapan Dengan Konsep Minimalis.

Traveling ke Jogja, tentunya kalian mencari penginapan yang strategis, murah dan tempatnya nyaman. Beberapa minggu lalu aku ke Jogja dan mencari penginapan RedDoorz melalui aplikasi. Dan aku menemukan RedDoorz Near Jogja City Mall 4. Selain tempatnya strategis dekat dengan Mall RedDoorz ini juga mempunyai furniture yang bagus dan menarik.

Memiliki konsep minimalis pada setiap kamar yang ada. Penginapan RedDoorz ini baru sebulan namun sudah dicari banyak orang untuk bermalam. Ruangan yang didominasi dengan furniture kayu dengan ornamen hiasan batik di atas ranjang membuat kamar menjadi semakin aestetic.

Fasilitas yang ada dikamar ialah meja kerja, lemari, minuman, TV, AC, Free Wifi, layanan kamar, penerimaan tamu 24 jam. Menyediakan juga perlengkapan mandi seperti handuk, sabun, pasta gigi, sikat gigi, shampo. Di kamar mandi juga dilengkapi dengan bathub serta shower air panas dan dingin. Selain itu juga mempunyai fasilitas lain yang dapat menunjang selama menginap disini seperti area parkir, dispenser untuk air minum bersama.

Penginapan RedDoorz ini berlokasi di Jl. Wijayakusuma No. 44 Kutudukuh, Sinduadi, Kec. Mlati, Kab. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. RedDoorz Near Jogja City Mall 4 ini pada awalnya adalah sebuah furniture store yang disulap menjadi sebuah penginapan RedDoorz. Kamarnya sangat bersih dan memiliki desain yang menarik merupakan nilai positif untuk Penginapan RedDoorz ini.

Penginapan RedDoorz ini sangat recommended buat kalian yang lagi traveling ke Jogja. Untuk rate harga juga terjangkau. Dan kabar gembira untuk kalian yang ingin menginap di RedDoorz manapun itu bisa gunakan kode promo aku RDVERONIKA untuk dapatin promo 25%. Promo ini berlaku samapi akahir tahun. Kalian bisa pesan melalui aplikasi RedDoorz dengan metode pembayaran bisa melalui bank transfer, melalui kartu kredit dan bisa juga membayar langsung ketika berada di RedDoorz.

Jadi tunggu apalagi, langsung aja pesan kamar RedDoorz dan nikmati kenyamanan dan pengalaman staycation di RedDoorz Near Jogja City Mall 4.

Pesona Bukit Dagi Abhinaya Yang Tersembunyi

Pesona Bukit Dagi Abhinaya Yang Tersembunyi

Candi Borobudur adalah wisata yang hampir semua orang di belahan bumi ini mengetahuinya. Candi Borobudur kini tak hanya mempunyai Candi namun mempunyai banyak sekali wahana yang menarik serta terdapat desa wisata di sekitar Candi Borobudur. Dan satu lagi yang harus diketahui bahwa di kompleks Candi Borobudur juga terdapat surga tersembunyi alias sebuah tempat yang sangat indah dan menarik untuk dikunjungi. Namanya adalah Bukit Dagi Abhinaya.

Kilas Tentang Dagi Abhinaya

Bukit Dagi Abhinaya adalah sebuah keindahan yang tersembunyi yang tidak semua orang mengetahuinya. Dilihat dari sejarah, nama Dagi Abhinaya mempunyai arti yaitu inspirasi, creativity yang berasal dari bahasa Sanskerta. Diharapkan Dagi Abhinaya ini bisa menginspirasi banyak orang yang berkunjung. Bukit Dagi ini merupakan tempat tertinggi di Borobudur. Konon, tempat ini digunakan oleh para tokoh besar untuk berdiskusi, menggali inspirasi, menyusun strategi dan melahirkan kreativitas. Dan tempat inilah yang digunakan sebagai tempat pengawasan terhadap Candi Borobudur.

Picnic Breakfast Paket Wisata Unggulan Dagi Abhinaya

Dimasa pandemi seperti sekarang ini, tempat wisata berusaha untuk tetap bisa mendatangkan pengunjung tapi dengan syarat harus menerapkan protokol kesehatan. Dagi Abhinaya membuat sebuah paket baru yaitu Picnic Breakfast. Picnic Breakfast ini merupakan paket breakfast dengan konsep makan di outdoor. Selain makan, disini juga bisa belajar main gamelan, belajar membuat kerajinan dari janur, melihat live cooking, mendengarkan cerita tentang Sejarah Candi Borobudur dan masih banyak lainnya.

Makanan yang disajikan dalam paket ini juga bermacam-macam mulai dari appetizer sampai dessert. Aku kasih tau nih menu pertama yaitu appetizer yang terdiri dari serabi kuah dan pisang bakar. Aku kasih bayangan deh betapa enaknya menu ini. Serabi kuah terbuat dari campuran tepung beras dan santan yang dipanggang dan disajikan dengan kuah santan  gua jawa. Untuk pisang nya jenis pisang kepok yang dibakar dan ditaburi dengan madu dan keju. Lanjut dengan menu soup namanya ikan mekuah. Soup ini terdiri dari ikan dori fillet dengan brokoli, kentang, tomat dan saus kemangi serta ditaburi mie kentang dan daun kemangi.

Menu main course yang menarik, namanya Nasi Putri Manohara yang terdiri dari sajian nasi kismis bertahtakan olahan daging sapi dan kurma berempah, terinspirasi dari perpaduan budaya, Jawa, India dan Arab.

Dessert yang paling aku suka terdiri dari berbagai macam irisan buah-buahan yang disajikan dalam mangkuk yang berbahan kulit melon nan menarik.

Ada juga beverage equil, kopi, the dan wedang senget. Wedang senget merupakan minuman herbal khas Manohara dibuat dari jahe, kunyit, serai yang direbus dan disajikan dengan kapulaga, cengkeh, kayu manis, jeruk nipis dan daun pandan. Nikmat sekali bagi yang suka. Kalau aku jujur lidah aku menolak minuman ini. Setelah menikmati sarapan pagi lanjut keliling taman Candi Borobudur naik mobil golf.

Hal-hal yang bisa dilakukan di Dagi Abhinaya

Karena lokasinya yang tinggi terletak pada ketinggian 275 mdpl, maka tempat ini sangat sejuk dan asri didukung dengan adanya pohon-pohon pinus disekeliling bukit. Dagi Abhinaya menawarkan 5 cottage dengan fasilitas yang lengkap dan bersifat exclusive yang memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi para pengunjung ketika menginap.

Hal menarik yang hanya bisa dilakukan di Dagi Abhinaya yaitu bangun pagi dan langsung disuguhkan indahnya sunrise yang muncul dari balik Candi Borobudur. Serta merasakan dan menghirup udara sejuk pagi dengan view perbukitan Menoreh yang mempesona.

Ada beberapa aktivitas lain yang bisa dilakukan disekitar Bukit maupun sekitar Candi Borobudur seperti menikmati sunrise dari atas puncak Candi Borobudur, Sepeda Wisata, Jogging, Breakfast outdoor dengan view Sunrise Candi Borobudur, Sunset, Village Tour, Batik Art, Membuat Gerabah, Safari Gajah, Fotografi dan masih banyak ragam aktivitas lainnya.

Berkunjung dan menginap di Dagi Abhinaya akan memberikan pengalaman luar biasa. Pengunjung akan dijelaskan dan dibawa keliling kawasan wisata dan mengenali potensi wisata yang ada. Karena Dagi Abhinaya akan memberikan kisah- kisah inspiratif dan pengetahuan dari Candi Borobudur.

Lokasi Bukit Dagi Abhinaya

Dagi Abhinaya adalah sebuah hunian yang terdapat beberapa cottage dengan konsep bangunan kayu. Lokasi Dagi Abhinaya ini berada di sebuah bukit yang bernama Dagi, disebelah barat laut Candi Borobudur. Di Jl. Badrawati, Kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Masuk melalui pintu 8 (Manohara Resto) kemudian ambil arah kiri dan ikuti jalan nanti akan ada plang yang menunjukan arah ke Dagi Abhinaya.

Fasilitas di Bukit Dagi Abhinaya

Fasilitas yang ada di Dagi Abhinaya paling utama ialah cottage dengan konsep bangunan kayu yang mewah, ada pendopo yang bisa digunakan untuk bersantai sambil menikmati keindahan, kenyamanan dan ketenangan ditempat tersebut.

Adapun beberapa paket yang ditawarkan ialah paket foto prewedding, paket sunrise dan picnic breakfast Dagi Abhinaya, paket eksklusif makan siang, paket eksklusif sunset, paket pernikahan dan paket Yoga.

 

 

Hotel Neo Puri Indah dan Keseruan Staycation Bareng Teman-teman

Hotel Neo Puri Indah dan Keseruan Staycation Bareng Teman-teman

Beberapa waktu lalu aku dan teman-teman mendapat kesempatan untuk staycation di salah satu hotel baru di Jakarta. Namanya Hotel Neo Puri Indah. Hotel ini resmi dibuka tanggal 28 Juni 2020. Aku bersama 5 teman -teman Traveler, Blogger dan Content Creator yaitu @tukangngider, kak @yopikurniawan_, mas @namaku_de, mbak @negerikitasendiri, dan mas @what_onjepret.

Suasana di Hotel Neo Puri Indah

Hotel Neo Puri Indah ini sangat cocok untuk staycation bareng teman, sahabat maupun keluarga. Apalagi ditambah dengan suasana hotel yang sangat nyaman dan lengkap fasilitasnya. Hotel dengan konsep modernistik dan masuk klasifikasi hotel bintang 3 ini harus kalian kunjungi. Sekitar pukul 10:00 taxi yang aku naiki sampai di depan gedung yang mempunyai 10 lantai ini. Aku turun dari taxi langsung disambut dengan ramah oleh doorman hotel, bahkan koper aku dibawakan masuk. Kesan pertama untuk hotel ini bagus banget pelayanannya. Sangat ramah dan baik. Kemudian aku memasuki lobi utama, mataku pun langsung melihat keindahan di dalamnya. Konsep dan desain interiornya sangat bagus dan modernistik. Dengan hiasan tanaman hijau yang menambah keindahan dan kesejukan. Aku bilang sih Summer vibes. Lobi tidak terlalu luas tapi berhadapan langsung dengan Selasar cafe yang luas.

Disana sudah datang mas Denny yang duduk sendirian di bangku Selasar cafe. Aku samperin dan kenalan dengan dia. Karena memang kami pertama kali bertemu. Tak lama kemudian disusul oleh kak Yopi, mas Tyan, mbak Terry dan Andrew. Setelah kami semua lengkap ber-6 salah satu dari kami chek-in kemudian kami menuju ke kamar untuk meletakkan tas dan barang. Kami mendapat kamar di lantai 2. Kamar kami bertipe Superior room.

Di setiap tembok depan lift Hotel Neo Puri indah terdapat gambar mural yang bagus banget. Disetiap lantai gambarnya berbeda. Pas banget nih, sambil nunggu lift bisa foto-foto. Hotel ini menyediakan dispenser untuk pengambilan air minum disetiap koridor kamar.

Kamar Hotel Neo Puri Indah

Aku satu kamar dengan mbak Terry. Pertama masuk kamar mataku tertuju pada ruangan yang rapi dan bersih ini. Ada sebuah TV LED yang tergantung di tembok, ada meja di pojok dekat jendela serasi dengan kursinya, ada twin bed yang rapi, gantungan baju, kamar mandi dan perlengkapannya. Sebelum semua berantakan kami berdua foto ruangan terlebih dahulu. Biasa kalau blogger mah gitu semuanya difoto. Lumayan untuk bahan postingan di blog.

Di hotel Neo Puri Indah ini menyediakan 96 kamar dengan 2 tipe Superior room dan Suite room. Masing-masing kamar menyediakan TV LED, area kerja, pembuatan teh dan kopi, kulkas, kamar mandi dan perlengkapannya.

1. Superior room

Kamar ini mempunyai desain modern dengan suasana nyaman. Cocok untuk staycation bareng teman atau rekan kerja. Luas kamar 19,5 meter persegi. Ukuran bed queen dan twin.

2. Suite room

Kamar berukuran lebih besar dari Superior dengan luas 39 meter persegi. Dengan ukuran bed king-size. Dilengkapi dengan meja kerja modern, sofa dan juga bathub. Yang membuat staycation tambah nyaman.

Selasar Cafe

Setelah kami beristirahat sebentar dan meletakkan semua barang di kamar, kami menuju ke Selasar cafe. Selasar cafe terletak di lantai lobi utama. Selasar cafe menawarkan berbagai hidangan yang beranekaragam khas Indonesia. Disajikan untuk sarapan, makan siang dan makan malam.

Kami menikmati hidangan makan siang bersama. Menu makan siang kami yaitu togseng buntut, laksa, roti bakar dan buah. Kalau menu favorit aku sih togseng buntut. Tapi makanan lainnya juga tak kalah enak pastinya. Suasana Selasar cafe semakin hidup karena keceriaan dan keseruan kami. Disela kami menyuap makanan ke mulut kami bercerita serta bercanda tawa.

Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Setelah kami selesai makan lanjut foto -foto di Selasar cafe. Karena cafe ini memang instagramable dengan konsep modernistik. Di Selasar cafe ini juga disediakan smoking room area. Jadi bagi siapa saja yang merokok harap untuk merokok pada ruangannya ya.

Ruang Pertemuan

Kegiatan selanjutnya room tour. Kami menuju ke ruang pertemuan yang berada di basement. Ruang pertemuan ada 2 yaitu ruang Arabica dan ruang Robusta. Ruang Arabica cocok untuk segala acara perayaan seperti pertemuan, acara pernikahan dan juga pertemuan bisnis besar. Karena ruangannya besar. Sedangkan untuk ruang Robusta lebih kecil dan biasanya hanya digunakan untuk pertemuan kecil seperti pelatihan, briefing pers atau acara pribadi.

Rooftop Lounge Level 10

Sekitar pukul 16:30 kami menuju ke level 10 untuk foto- foto di rooftop, melihat live cooking dan early dinner. Pertama yang kami lakukan setelah sampai di atas langsung cari spot terbaik untuk foto-foto dan footage video sampai lelah. Karena di rooftop ini merupakan tempat favorit. Disini kita bisa melihat pemandangan Jakarta Barat dari atas sambil bersantai.

Setelah semuanya siap pukul 18:00 bersama-sama kami menyaksikan live cooking oleh Chef Husain. Chef Husain membuat dessert namanya crepe suzette. Gimana rasanya? pastinya enak banget.

Makan malam bersama pun dimulai dengan berbagai macam menu tersedia di meja makan. Menu appetizer yang kami makan ialah tom yam, caeser salad. Untuk menu main course yaitu nasi goreng, beef bulgogi, udon blackpaper, mix vegetables. Yang terakhir menu dessert yaitu crepe suzette. Makan malam kami sangat lengkap dan pastinya enak-enak semua.

Suasana Malam di Rooftop Lounge

Setelah kami kenyang menikmati hidangan makan malam, kami lanjut mencari konten foto suasana malam di rooftop. Suasana malam yang membuat semakin nyaman. Tempat ini memang sangat cocok buat nongkrong malam-malam. Mungkin sambil ditemani minuman dari bar dan mendengarkan alunan musik yang selalu membuat ingin berdendang. Malam pun semakin larut. Kami semua masuk dan kembali ke kamar masing -masing untuk beristirahat.

Sarapan Pagi di Selasar Cafe

Karena aku tipe orang yang suka bangun pagi, jadi jam 6 pagi aku sudah bangun. Sebenarnya sayang sekali untuk bangun pagi kalau lagi staycation seperti ini. Apalagi tidur di kasur yang super nyaman ini. Aku langsung mandi dan siap-siap.

Setelah semuanya beres, sudah mandi, sudah dandan dan sudah ready to go pokoknya. Sekitar jam 8 aku, mbak Terry dan kak Yopi duluan turun ke Selasar cafe untuk menimati hidangan sarapan pagi. Melihat hidangan yang disajikan aku sampe bingung memilihnya. Mulai dari salad, sereal, roti, mie goreng, bubur ayam, buah, minuman teh serta kopi. Aku cukup ambil secangkir kopi panas, roti selai coklat dan buah.

Tak lama kemudian mas Denny, mas Tyan dan Andrew menyusul. Suasana Selasar cafe semakin ramai, karena ada pengunjung lain juga. Kami mengambil makanan tak lupa difoto dulu baru kemudian dimakan. Setelah selesai makan kami masih betah di Selasar cafe untuk ngobrol-ngobrol. Tak terasa sudah menjelang siang.

Kami melanjutkan aktifitas, ada yang hunting foto di rooftop lounge, mandi, packing baju dan kalau aku bersantai karena semuanya sudah beres sejak pagi. Sambil menunggu waktu check-out kami foto-foto di koridor kamar. Kemudian lanjut ngobrol banyak, saling berbagi pengalaman adan cerita menarik.

Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, waktu sudah menunjukkan pukul 12:00. Kami bersama-sama menuju ke lobi untuk check out. Tak lama kemudian kami meninggalkan Hotel Neo Puri Indah. Terima kasih Hotel Neo Puri Indah.

Lokasi Hotel Neo Puri Indah

Beruntung sekali bisa staycation di Hotel Neo Puri Indah. Karena Hotel Neo Puri Indah berada di tempat yang sangat strategis dan nyaman. Berada di kawasan Puri Indah yang ramai dan dekat dengan tempat wisata dan pusat perbelanjaan.

Tepatnya di Jl. Kembangan Raya No. 8, Kembangan Utara, Kec. Kembangan, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta. Phone : +62 21 5091 9900. Website : www.neohotels.com

Akses menuju ke Hotel Neo Puri Indah

Akses menuju ke Hotel Neo Puri Indah jika menggunakan transportasi pribadi akan lebih mudah. Jika menggunakan transportasi umum Transjakarta dari halte Harmoni lanjut ke Koridor 8 dan turun di halte Kebon Jeruk. Kemudian lanjut naik transportasi online grab tau gojek. Untuk pengguna MRT dari stasiun pertama kalian naik kemudian turun di stasiun Lebak Bulus. Kemudian lanjut naik Transjakarta koridor 8 turun di halte Kebon Jeruk. Lalu lanjut naik transportasi online grab atau gojek. Sampai deh di Hotel Neo Puri Indah.

Beberapa Potret Keseruan Kami di Hotel Neo Puri Indah

Aku akan share foto-foto keseruan kami selama di Hotel Neo Puri Indah. Akan lebih seru jika aku share foto-foto candid yang terlihat lebih natural.

 

Bagaimana cerita keseruan kami staycation di Hotel Neo Puri Indah Jakarta Barat?

Nah buat kalian yang juga sudah bosan di rumah terus, ayo rencanakan untuk staycation. Apalagi di hotel yang kekinian dan instagramable ini. Pastinya Hotel Neo Puri Indah.

Touring Jakarta – Sukabumi ke Situ Gunung Suspension Bridge

Touring Jakarta – Sukabumi ke Situ Gunung Suspension Bridge

Halo sobat Journeyandleisure!

Kembali lagi aku akan bercerita pengalaman Traveling di Era New Normal ini. Semoga kalian membaca sampai selesai dan ikut masuk dalam cerita. Let’s go!!!

Sebuah rencana yang sempat tertunda selama 4 bulan karena adanya covid-19. Setelah sekian lama bisa bertahan di rumah saja, tepat hari Minggu tanggal 13 Juli 2020 aku dan teman-teman memutuskan untuk ke Sukabumi. Berawal dari sebuah percakapan ku dengan kak Yohana pingin ke Jembatan Situ Gunung, tapi apalah daya kalau naik transportasi umum belum berani. Kami mencoba mengajak mas Fery untuk touring naik motor, yeey dia bersedia. Tapi harus mikir lagi cari teman lagi yang ada motor dan siap untuk trip bareng. Mas Fery mengajak temannya mas Andy, setelah aku hubungi diapun bersedia. Rencana ini lumayan mendadak, aku berusaha mengajak kak Erna dan kak Ferdin, mereka pun bersedia.

Trip dalam masa pandemi memang lebih berhati-hati dan waspada. Harus benar-benar mengikuti aturan yang ada. Aku memutuskan untuk berani ke Situ Gunung Sukabumi karena aku sudah survey, melihat adanya simulasi protokol kesehatan dan WhatsApp langsung ke pihak Wisata Situ Gunung. Aku pergi dengan New Normal Starter Pack yaitu masker kain, hand sanitizer, tisu basah, tisu kering, tumbler, straw, obat pribadi baju ganti. Yang pasti kalau sudah di lokasi harus tetap jaga jarak.

 

Touring Jakata – Bogor – Sukabumi

Kami berjumlah 6 orang dengan 3 motor. Perjalanan kami dimulai dari Kemayoran. Sekitar pukul 07:00 pagi kami berangkat. Jalan lumayan jauh dan agak macet. Perjalanan kami sangat melelahkan tapi seru. Kami masih janjian bertemu dengan teman yang lain di Jalan Raya Bogor ( Patung Tugu Narkoba). Sekitar jam 10:00 kami sampai Sukabumi, lalu istirahat mampir ke Indomaret dan juga sarapan bubur di pinggir jalan. Sungguh sangat mengejutkan, ternyata kehidupan didaerah itu semacam tidak ada yang waspada akan adanya covid-19. Banyak orang yang dan bahkan hampir semua orang tidak ada yang menggunakan masker. Gemes melihatnya. Setelah semuanya selesai kami melanjutkan perjalanan.

 

Cerita Dibalik Map Yang Salah

Rute yang kami lalui yaitu mengikuti map dan ternyata lewat jalan yang sangat susah. Sebenarnya sudah banyak yang review kalau jalan itu salah, tapi kami lupa akan hal itu. Kemudian ada warga disana yang mau membantu tapi harus bayar permotor 50 ribu, dan kami akhirnya tawar menawar sambil berusaha untuk melanjutkan perjalanan. Kena deh 50 ribu untuk 3 motor jadinya. Memang jalurnya jadi lebih dekat tapi ngeri sekali. Harus lewat tanjakan, jurang dan jalannya masih tanah, kami para cewek turun dan berjalan kaki, karena tidak mau menanggung resiko jatuh.

Tanjakan pertama lolos semua. Tapi diawal tadi sebelum tanjakan team kak Ferdin sudah ambruk duluan motornya gara-gara lubang. Semua aman kok orangnya maupun motornya. Jalannya memang benar- benar setapak membuat aku dan kak Yohana teringat akan Bandung Dengan Pengalaman Yang Tak Terlupakan. Uppss ditanjakan terakhir team Mas Andy mengalami kecelakaan, dan untungnya kami berdua langsung kompak bisa lompat dan tidak terjatuh. Motor langsung dibanting jatuh dan kami berdua langsung menghindar dari motor. Aku teriak minta bantuan karena kami tertinggal jauh dari team lain. Akhirnya datanglah orang yang mengantar kami tadi dan membantu motor berdiri dan jalan. Kami berdua baik-baik saja tidak ada yang cidera. Namun, motornya yang postepnya patah dan stangnya bengkok. Tetap bisa menghela nafas lega karena masih bisa jalan.

Tak lama kemudian ada post yang menjaga untuk pembelian tiket Situ Gunung. Kami semua tidak membeli disana karena ada pilihan lain untuk membeli di loket utama dekat parkiran. Kami memasuki area parkir dan bersiap untuk melakukan perjalanan menuju ke Jembatan Gantung. Setelah kami sampai di loket kami ditawarkan dengan dua pilihan tiket VIP dan tiket Reguler. Harga tiket VIP sebesar 100 ribu sudah termasuk jasa antar jemput menggunakan motor/ mobil, welcome drink (coffee dan snack), masker kain, melalui jalur khusus tanpa harus antri panjang untuk masuk ke Jembatan. Harga tiket Reguler sebesar 70 ribu sudah termasuk welcome drink saja dan jalur lebih jauh. Tempat pembelian tiket pun berbeda dengan yang VIP. Dengan kompak kami langsung memilih yang VIP karena yang pertama terlintas dipikiran kami tidak mau antri panjang.

 

Jembatan Gantung Situ Gunung

Lanjuuuttt!!! Kami ber-6 menuju ke mobil yang akan mengantar kami ke Resto untuk ngopi dan snack. Suasana lumayan ramai dan kami tetap berusaha jaga jarak dengan kelompok lain. Kami mengambil snack pisang rebus dan singkong rebus serta kopi atau teh. Jika mau makan makanan lain juga ada di resto ini. Sambil kami makan snack dan minum kami bercerita flashback perjalanan sebelum sampai di Situ Gunung. Cerita bagaimana kami jatuh dan juga bagaimana kami menikmati perjalanan.

Jam 12:00 kami melanjutkan perjalanan menuju ke Jembatan Situ Gunung. Hanya 3 menitan dari resto sudah sampai di pintu masuk ke Jembatan. Sebelum kami melewati jembatan kami harus memakai sabuk pengaman, yang bisa digunakan jika terjadi bahaya. Kemudian langsung melewati jembatan deh.

Kenapa aku tertarik dan pinngin kesini? Karena aku penasaran. Jembatan Situ Gunung ini adalah sebuah jembatan terpanjang di Indonesia. Ya, kalo Jerman punya Geierlay kalo Indonesia punya Situgunung gitu. Jembatan Situ Gunung mempuyai panjang 250 m dengan ketinggian diatas jurang sekitar 150 m dan lebar 2 m. Wooow ngeri sekali ya, kalo yang takut ketinggian kalo sudah ditengah-tengah rasanya ingin balik arah.

Peraturan yang ada jika melewati jembatan itu ialah tetap berjalan tidak boleh diam ditempat, tidak boleh melompat, tidak boleh lari. Dan kemaren ada yang bisa bisanya bikin video tiktokan yang menyebabkan jembatan jadi goyang kencang. Rasanya gregetan aja liat gituan, ingin ku jungkrakno dari jembatan dah. Pesan untuk kalian yang suka membuat foto out of the box atau foto keren boleh saja tapi ingat tetap patuhi aturan. Jadilah wisatawan bijak jangan hanya mikirin diri sendiri ingin punya foto bagus tapi bisa merugikan wisatawan lain.

 

Curug Sawer

Curug ini tak jauh dari Jembatan Gantung Situ Gunung. Ya jelas karena salah satu tujuan dibangun jembatan itu juga untuk mempermudah dan mempersingkat waktu menuju ke Curug Sawer. Tetap untuk tujuan pariwisata. Dari jembatan menuju ke Curug Sawer hanya sekitar 10 menit saja. Yang akan melewati kawasan Glamping. Disana juga sudah teredia mushola, toilet, jual souvenir dan juga kantin. Jadi buat kalian yang datang kesini gak perlu takut kelaparan karena ada banyak jual makanan, bagi yang salah pake sepatu ada juga yang jual sandal. Lengkap pokoknya. Semua tertata rapi sebagaimana mestinya.

Yuuhuuiii…. sampailah di Curug Sawer. Airnya sangat deras. Dengan tinggi hanya sekitar 25 m saja dan berada pada ketinggian antara 900-1300 meter diatas permukaan laut. Aku baca dari sejarah-budaya.com cerita dan sejarah Curug Sawer ini. Pada jaman dulu curug ini angker dan sering digunakan untuk ritual mistis. Konon katanya di curug ini digunakan untuk pertapa seseorang yang tinggal di kaki Gunung tersebut. Dengan mengadakan Upacara Saweran di Sungai Cipada guna untuk mendapatkan berkah bagi dirinya. Ia bertapa selama bertahun-tahun hingga wafat. Ya hanya cerita sekilas tentang dibalik nama Curug Sawer.

Untuk yang pingin berfoto dengan background air terjun bisa tanpa harus turun ke batu-batu, karena sudah ada jembatan yang digunakan sebagai tempat berfoto. Tapi kalau yang ingin turun main air dan basah-basahan bisa juga turun.

Setelah kami puas berfoto dan menimati indahnya Curug Sawer langsung kembali menuju ke jembatan gantung dan resto. Dan satu lagi kelebihan dari tiket VIP nih, setelah dari Curug Sawer bisa melewati jembatan gantung lagi untuk menuju ke resto jadi lebih dekat. Kalau untuk yang reguler harusnmelewati jalur yang berbeda dan lebih jauh. Jadi, kami beruntung memilih yang VIP bisa lewat di jembatan lagi dan ambil foto lagi. Karena yang pertama lewat terus belum dapat angle yang pas dan ada yang terlewat.

 

Danau Situ Gunung

Dari resto kami kembali menuju ke loket masuk dengan naik  ojek motor karena mobil nya belum datang. Kemudian kami kembali ke parkiran dan naik motor untuk menuju ke Danau Situ Gunung. Motor pribadi hanya boleh sampai di parkiran. Selanjutnya jika mau naik motor harus naik ojek dan jika mau jalan kaki juga bisa. Karena jarak dari parkiran ke Danau hanya sekitar 200 m. Tapi jalan memang sangat menanjak. Lelah sih tapi irit 60 ribu untuk kami ber-6.

Sekitar 15 menit sampai di Danau. Memang danaunya tak begitu luas. Hanya saja disana terasa sejuk banyak pohon-pohon. Ada banyak orang yang piknik, ada yang mancing dan juga bisa naik bebek-bebekan untuk menyeberangi danau. Bisa melihat danau yang dikelilingi pohon -pohon pinus.

Karena waktu sudah sore kami melanjutkan perjalanan pulang. Jika dari cerita tadi masih kurang lengkap kalian juga bisa langsung kontak ke Instaram @situgunungsuspensionbridge ya!

Sekitar pukul 15:30 kami meninggalkan Situ Gunung dan mencari tempat makan. Ternyata kami tidak makan siang dan untung diawal perjalanan kami sempatkan untuk sarapan bubur. Akhirnya kami sampai disalah satu tempat makan yang ada di pinggir jalan. Kami ber-6 mampir dan makan disana. Sekalian kami istirahat. Setelah maghrib kami baru melanjutkan perjalanan menuju pulang. Tepat sampai Bogor cuaca pun gerimis, kami memutuskan untuk singgah sambil ngopi ke salah satu cafe di Bogor @raindearcoffee.

 

Kami pesan kopi dan snack untuk menemani kami istirahat. Sekitar 1 jam lamanya kami berada disana. Setelah itu kami berpisah dengan team kak Ferdin, karena mereka tinggal di Bogor. Sedangkan team aku dan mas Fery masih lanjut perjalanan ke Jakarta sekitar 1 jam. Jam 22:40 kami tiba di Kemayoran, aku dan kak Yohana. Dan mas Fery dan mas Andy masih lanjut ke Rawa Buaya.

Cerita perjalanan yang seru dan mengesankan. Bagi kami salah jalan gara-gara map, mengalami kecelakaan dan juga jalan macet menjadi hal yang seru dan bisa menjadi ingatan. Menjadi peristiwa yang seru dan mengesankan untuk diceritakan ke teman-teman lain.

TERIMA KASIH SUKABUMI.