PART I

Wah sudah lama aku tidak bercerita karena kesibukan lain, kalo buka laptop cuma buat garap skripsi.

Kali ini aku mau cerita ketika aku traveling ke Bandung. Jadi aku ke Bandung itu bareng dengan teman aku dan ke Bandung hanya 2 hari. Bagi ku ini merupakan pegalaman yang tak terlupakan, banyak menemukan orang baik disana, seru serta mengesankan.

Oke langsung aja ya. Kami pergi ke Bandung tanggal 25 Juni 2019 tepatnya pukul 05:20 am. Perjalanan kami diawali dengan hal yang tidak bisa dilupakan, kami berencana berangkat ke Stasiun Gambir pukul 04:30 ya biar gak terlalu terburu- buru tapi apa yang terjadi?

“tok tok tok”, aku mengetok pintu rumah teman aku, dan tidak ada jawaban. Kemudian aku telpn tidak diangkat, setelah beberapa kucoba sekali lagi dan ternyata teman aku telat bangun. Hanya butuh waktu 40 menit dia mandi dan segala macam hingga sampai ke Stasiun Gambir. Segera print tiket lalu cepat- cepat masuk kereta, 5 menit kemudian kereta pun berangkat. Huftt.. Thanks God kami masih diberi kesempatan untuk liburan ke Bandung kali ini.

Selama 3 jam kami didalam kereta menuju ke Stasiun Bandung. Didalam kereta kami menghabiskan waktu untuk ngobrol dan sempat ketiduran juga. Sekitar jam 9 kami pun sampai di Bandung. Udah ke Bandung yang ke 3 kali ini tapi baru kali ini aku ke Bandung naik kereta, jadi ya pastinya foto- foto sebelum meninggalkan stasiun.

Beberapa destinasi yang kami kunjungi dihari pertama kami di Bandung, yuk simak cerita- cerita menarik dibalik perjalanan tiap destinasi.

1. ROTI GEMPOL

Karena masih pagi dan kami butuh sarapan tapi bukan makanan berat jadi pas deh kami dari Stasiun langsung naik grab menuju ke Toko Roti Gempol. Roti Gempol merupakan kuliner di Bandung yang banyak orang tau dan sangat recommended untuk dikunjungi. Di toko ini menjual roti legendaris. Kenapa disebut legendaris? Yak karena memang roti yang dijual itu bukan roti- roti tawar seperti jaman sekarang ini tapi sepeti roti jaman dahaulu gitu, berupa roti panggang isian manis dan asin. Toko ini berdiri sejak tahun 1950-an. Hingga sekarang ramai dikunjungi berbagai macam wisatawan. Took roti ini terletak di Jl. Gempol Wetan no. 14, Citarum, Bandung. Setelah kenyang kami melanjutkan perjalanan menuju ke destinasi berikutnya.

2. GEDUNG SATE

Pertama yang terpikir olehku ialah gedung ini berbentuk sate kalo dilihat dari namanya. Tapi ternyata tidak seperti itu. Gedung Sate ini merupakan bangunan bersejarah yang berada dipusat Kota Bandung. Disebut Gedung Sate karena gedung ini mempunyai cirri khas unik, yaitu terdapat ornament tusuk sate yang berada diatas menara sentral. Di seberang Gedung Sate ini terdapat Lapangan Gasibu yang merupakan tempat wisata, tempat olah raga dan juga jogging. Tak lupa aku foto- foto dengan latar belakang Gedung Sate, ketika antri menuju giliran tiba- tiba kami disamperin oleh bapak security kirain gak boleh foto eh ternyata malah nyuruh foto-foto dan ngasih tau buat mampir juga ke Museumnya. Nah, petama kami bertemu orang baik.

3. MUSEUM POS BANDUG

Kami melanjutkan untuk berkunjung ke Museum Pos. Hanya 10 menit dengan jalan kaki sudah sampai di Museum ini. Museum ini terletak di Jl. Cilaki No. 73, Citarum, Bandung. Museum ini berisikan tentang sejarah pos dan komunikasi Indonesia. Terdapat koleksi perangko dari berbagai Negara. Kami masuk ke Museum ini dan keliling melihat benda – benda yang ada disana. Setelah selesai kami mencari tempat makan yang sudah masuk bucket list kami yaitu ke Warung Nasi SPG.

4. WARUNG NASI SPG

Warung nasi ini wajib dikunjungi jika sedang di Bandung. Sebuah warung makan yang menjual ayam goreng dan juga sayur, dan yang best seller disini adalah ayam goreng serundeng. Warung ini ramai sekali dikunjungi banyak orang, gofood, grabfood bahkan para wisatawan yang datang ke Bandung. Mantab rasanya dan harganya pun terjangkau.

Setelah kenyang kami mealanjutkan perjalanan ke destinasi selanjutnya yaitu Tahura (Taman Hutan Raya).

5. TAHURA JUANDA (TAMAN HUTAN RAYA) BANDUNG

Merupakan destinasi yang lumayan jauh dari Bandung Kota. Hutan ini merupakan salah satu kawasan konservasi alam. Hutan ini bisa disebut paru-paru kota Bandung. Taman Hutan Raya Bandung yang terkenal dengan adanya Goa Jepang dan Goa Belanda, Jembatan gantung dan juga penagkaran rusa. Kami sampai ditempat ini sekitar jam 1 siang. Kami segera masuk ke dalam dengan membeli tiket masuk saeharga 15 ribu per orang. Kami menyusuri jalan untuk menemukan yan namanya jembatan gantung itu, namun kami harus melewati Goa Jepang dan Goa Belanda, kami berjalan dengan keadaan jalan yang lumayan berbatu tapi ada juga yang aspal. Sekitar 1 jam kami sampai di jembatan itu dan kami istirahat sebentar kemudian foto-foto deh. Tiba- tiba ada rombongan orang yang juga ingin foto-foto ditempat itu dan akupun melihat mereka dan bilang “, mas mau saya bantu fotoin”? Dan mereka pun dengan senang menerima tawarannya, gentian mereka fotoin kami berdua. Kemudian kami merasa sayang aja sudah sampe di Bandung tapi tidak sekalian lanjut ke penangkaran rusa, akhirnya kami berdua lanjut ke tempat penangkaran rusa. Tapi sedikit aku jelasin tentang Goa Jepang dan Goa Belanda walaupun kami tidak masuk Goa tersebut dengan alas an takut aja gelap dan kami Cuma berdua.

6. GOA JEPANG

Merupakan goa peninggalan masa penjajahan Jepang di Indonesia. Goa ini diperkirakan dibangun pada masa kerja romusha. Goa ini dibangun pada tahun 1942.

7. GOA BELANDA

Goa ini dibangun pada tahun 1918 yang diperkirakan digunakan untuk markas militer, penjara dan juga gudang penyimpanan senjata, pusat komunikasi dan juga PLTA.

8. PENANGKARAN RUSA

Sekitar 15 menit kami berjalan dari jembatan menuju ke penangkaran rusa. Dan ternyata disana bertemu lagi dengan rombongan orang yang ketemu di jembatan. Dan kami saling berkenalan dan kami sempat bertanya biaya dan akses untuk menuju ke Tebing Keraton. Dan mereka pun carita dan memberitahu kami. Dan ini kami bertemu orang- orang baik lagi. Dari mereka kami jadi tahu ternyata harga yang sempat kami tanyakan pada orang di penjaga Goa Jepang itu terlalu mahal. Sebelum terlalu gelap kami pun bersama- sama keluar dari hutan.

Setelah keluar kami istirahat sejenak sambil minum es nutrisari di warung depan tahura. Disana kamu memutuskan cara kami berdua menuju ke Tebing Keraton. Kami berdua terdiam dan memikirkan cara, searching di internet akses jalan, tanya teman, dan kami Tanya kepada bapak yang di warung itu dan bapak itu menawarkan untuk sewa motor dengan harga 120 rb. Dan akhirnya kami mikir lagi dan mendadak terjadi percakapan,

Kak Yohana,” Des, gimana kita sewa motor aja?

Aku,” iya kak gpp

Kak Yohana,” tapi aku udah lama gak bawa motor des, you trust me?

Aku,”  iya kak I trust you (gak pake basa basi) kalo memang jalannya susah nanti aku bisa turun dulu.

Dan akhirnya bermodalkan google map kami bedua lanjut perjalanan ke Tebing Keraton.

9. TEBING KERATON

Sekitar jam setengah 5 kami sampai di Tebing Keraton, ketika di parkiran bertemu dengan abah yang mengolah wisata itu dan abah itu cerita mengenai tebing keraton itu. Dan itulah kami  bertemu orang baik lagi.

Lalu kami lanjut masuk ke wisatanya, wah ternyata ramai akan pengunjung yang sedang berfoto- foto. Beberapa saat kami menikmati pemandangan dan udara di atas puncak lalu foto-foto dan istirahat sejenak sambil mikirin rencana selanjutnya. Waktu masih menunjukkan sekitar jam 5, kami meencanakan lanjut ke Puncak Bintang demi yang namanya Panoramic coffe tapi ternyata salah.

10. PUNCAK BINTANG

Melihat di google map jarak menuju ke Puncak Bintang terlihat hanya 500 meter. Dengan bermodal google map kami berdua nekat ke Puncak Bintang. Ternyata tidak seperti yang dibayangkan, perjalanan sangat extreme jalan yang terjal, berbatu dan juga ternyata jauh. Dengan mengandalkan google map dan juga bertanya kepada setiap rang yang kami jumpai dijalan. Sudah hamper menyerah tapi kami berdua tetap yakin, kami merasa rugi sudah dipertengahan perjalanan kalau mau puter balik. Dengan sabar kami meniti jalan yang terjal ini dan tak lama kami pun sampai di tujuan tepat jam 6 sore. Setelah sampai kami hanya melihat view sebentar dan sekedar tau ‘oh ini to Puncak Bintang” tak lama kami langsung bergegas untuk pulang karena sudah petang.

“Mas, mau pulang ya? ,” tanya ku kepada seorang cowok.

“oh, iya mbak kami mau pulang,” kata cowok itu.

“mas mau pulang kearah mana? Bolehkah bareng turunnya?,” tanyaku.

“oh iya mbak boleh boleh, ayo. Mbak mau kemana?,” tanya dia.

“kami kea rah Dago mas,” jawabku.

Mereka berempat cowok semua, ternyata kami berbeda arah pulannya. Tapi dengan baik hati mereka mau mengantar kami dan ikut arah kami sampai ditempat yang ramai. Dan ini adalah pengalaman kami yang benar-benar tak bisa dilupakan ketika di Bandung bertemu dengan orang yang baik sepert itu. Dan setelah sampai di jalan yang ramai kami berpisah.

Kami akhirnya kembali ke tempat penyewaan motor dan memutuskan untuk kembali ke kota. Dalam kondisi ini kami belum mendapatkan penginapan juga. Tapi dalam perjalanan tak sengaja aku melihat sebuah café Armor yang merupakan sebuah café yang masuk bucketlist untuk didatangi. Kami pun sambil istirahat sejenak, sambil booking penginapan lewat @redoorz.

Kemudian kami kembali ke kota dan menuju ke penginapan. Kami chek in kemudian bersih diri kemudian istirahat.

 

Bersambung…..